Lantai beton bisa mengalami kerusakan karena berbagai faktor, salah satunya tanpa dukungan pengeras beton yang tepat. Material ini memang memiliki keunggulan seperti daya tahan tinggi, kuat, hingga perawatan yang mudah.
Meski begitu, kita harus tetap mengantisipasi kerusakan yang mungkin terjadi. Nah, tak perlu khawatir, Anda bisa mengetahui beberapa penyebab retak rambut lantai beton berikut cara untuk mencegahnya!
3 Penyebab Retak Rambut Lantai Beton
Retak rambut menjadi masalah yang sering terjadi pada lantai beton. Ini memang wajar terlebih jika ada berbagai faktor penyebab seperti suhu, cuaca ekstrem, maupun beban lantai. Untuk itu, ayo simak informasi penting di bawah ini!
● Cuaca Ekstrem
Perubahan suhu yang ekstrem bisa memberi tekanan besar pada permukaan beton. Saat terkena panas siang hari dan suhu dingin malam hari, beton akan mengalami proses muai dan susut.
Lama-lama, permukaannya bisa pecah halus. Retaknya kecil, tapi tetap mengganggu. Jika dibiarkan, hal ini bisa semakin parah. Cuaca yang terlalu lembab juga berpengaruh. Kelembaban tinggi bisa membuat kadar air dalam beton berubah.
Akibatnya, struktur jadi tidak stabil. Belum lagi, kalau beton terkena hujan terus-menerus tanpa perlindungan. Air bisa meresap dan menyebabkan kerusakan dari dalam. Hal seperti ini sering tidak terlihat di awal.
Seiring berjalannya waktu, garis-garis retak mulai muncul. Karena itu, penting memberi perlindungan tambahan.
● Kesalahan Pengerjaan
Kesalahan ini bisa terjadi dari awal proses pengecoran, seperti campuran bahan yang tidak seimbang. Terlalu banyak air juga bisa membuat beton jadi lemah.
Proses pengadukan pun berpengaruh. Kalau tidak merata, hasil akhirnya bisa tidak padat.
Selain itu, proses pemadatan yang kurang maksimal bisa menimbulkan rongga udara. Lama-lama, itu jadi titik lemah dan menyebabkan retak.
Tak hanya itu, Anda juga perlu memperhatikan waktu pengeringan. Kalau terlalu cepat kering, permukaan beton bisa menyusut tiba-tiba. Ini sering jadi awal munculnya retak halus.
Kesalahan lain adalah tidak diberi sambungan muai. Padahal, sambungan itu penting untuk menyesuaikan pergerakan beton.
● Penyusutan Beton
Beton memang menyusut secara alami saat mengering. Ini bagian dari proses penguapan air dalam campuran. Tapi kalau penyusutannya tidak terkontrol, bisa menimbulkan retakan halus.
Ini bisa terjadi terutama kalau kadar air saat pengecoran terlalu tinggi. Semakin banyak air, semakin besar potensi beton menyusut saat mengeras. Selain itu, suhu lingkungan juga berpengaruh.
Penyusutan bisa lebih cepat jika beton mengering di bawah panas matahari langsung. Proses ini membuat permukaan beton tertarik dari banyak arah. Karena tidak bisa bergerak bebas, akhirnya retak.
Beberapa hal di atas memang harus diperhatikan agar pemasangan lantai beton Anda tetap berjalan maksimal. Jika ada muncul permasalahan, segeralah memperbaikinya sehingga tak menjalar ke permukaan lain!
Tips Mencegah Retak Rambut pada Beton

Setelah mengetahui penyebabnya, Anda juga bisa melakukan pencegahan seperti yang kami beri tahu di sini! Yuk, simak dan jangan biarkan beton menjadi rusak!
● Persiapkan Pemasangan dengan Baik
Pemasangan beton harus disiapkan dengan maksimal. Campuran harus sesuai takaran, jangan terlalu banyak air, tapi jangan terlalu kering juga. Saat pengecoran, pemadatan harus dilakukan secara merata.
Jangan sampai ada rongga udara di dalam beton. Setelah itu, permukaan harus diratakan dengan benar. Waktu pengeringan juga harus dijaga, jangan terlalu cepat kering karena bisa memicu penyusutan.
Anda juga perlu melakukan perawatan setelah pengecoran atau curing. Permukaan beton perlu dijaga tetap lembab selama beberapa hari. Ini membantu proses pengerasan berjalan perlahan dan merata.
● Gunakan Penguat Beton
Beton memang kuat, tapi tetap butuh dukungan. Apalagi jika dipakai di area yang menahan beban besar atau sering mengalami perubahan suhu. Penguat beton bisa berupa serat sintetis, kawat baja, atau bahan aditif khusus.
Fungsinya untuk menambah daya tahan beton dari dalam. Saat beton mengering dan mulai menyusut, pengeras beton ini akan membantu menahan tekanan. Jadi, retakan halus bisa dicegah sejak awal.
● Lakukan Perawatan Rutin
Lantai beton memerlukan perawatan, meski tak terlalu rumit. Debu, air, panas, dan tekanan bisa memicu kerusakan kecil. Kalau dibiarkan, retakan halus bisa muncul pelan-pelan.
Perawatannya cukup mudah, Anda bisa membersihkan lantai secara teratur. Pastikan tidak ada genangan air terlalu lama. Gunakan cairan pembersih yang aman untuk beton.
Selain itu, sesekali periksa permukaan lantai. Lihat apakah ada bagian yang mulai berubah warna atau terasa tidak rata. Jika ada, segera tangani sebelum makin parah.
Dukung Pemasangan Lantai Beton dengan Pengeras yang Tepat!
Sudah tahu penyebab dan cara pencegahan kerusakan lantai beton? Lantai ini memang fungsional dan selalu jadi pilihan. Namun, perawatan dan pemasangannya juga wajib diperhatikan.
Nah, Anda bisa mengandalkan produk Sika untuk mendukung pemasangan lantai beton, lho! Sika memiliki pengalaman 114 tahun dan telah mengerjakan proyek global seperti Pusat Perbelanjaan DFO Homebush di Sydney, Australia.
Sika juga menjadi pencetus waterproofing semen pertama di Indonesia. Dalam pemasangan lantai beton, Anda bisa mempercayakannya dengan produk Sikacim Concrete Additive!
Pengeras lantai beton ini efektif untuk mengurangi air hingga 20% yang akan memberikan efek kenaikan kuat tekan mencapai 40% ketika beton berusia 28 hari. Sikacim Concrete Additive juga bisa meningkatkan kekedapan air dengan baik.
Sika memang solusi tepat untuk mendukung proyek konstruksi Anda. Bersama pengeras beton Sika yang berkualitas, risiko kerusakan lantai beton pun bisa diminimalisir. Yuk dapatkan produk segera di sini!

